Kebun buah naga yang terletak di kawasan agrowisata Jolong II, Kecamatan Gembong Kabupaten Pati ternyata menyedot animo masyarakat untuk mengunjunginya. Sejak beredar di media sosial, kebun tanaman jenis kaktus dengan nama bahasa Inggris "Pitaya" ini menjadi tempat wisata yang lagi ngehits dan populer di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Meski awalnya pengelola memanfaatkan lahan di lereng Pegunungan Muria dari aspek agrobisnis, respons masyarakat untuk mengunjungi tempat tersebut sangat tinggi. Dalam sehari saja, sedikitnya seratus wisatawan lokal berdatangan ke tempat ini.
Bila tanaman berbuah, pengunjung diperbolehkan untuk memetik buah naga yang warnanya merah keunguan, begitu menggoda. Harga per kilogram menyesuaikan harga di pasaran, lebih murah tentunya. Inilah wisata petik buah di Bumi Mina Tani yang saat ini ngehits, populer dan terkenal sejak beredar di media sosial. Di sekeliling kebun, pengunjung juga bisa mengeksplorasi aneka tanaman di sana, terutama kopi. Perkebunan kopi tumbuh subur di sana. Penduduk setempat terkadang terlihat lalu lalang sepulang mencari rumput dan dedaunan untuk pakan ternak. Nuansanya begitu asri dan alami. Rencananya, pihak pengelola akan menambah sejumlah fasilitas penunjang wisata, seperti kolam renang, gardu pandang, dan arena permainan. Dengan penambahan fasilitas, pengunjung diharapkan semakin banyak berdatangan tidak hanya dari lokal Pati, tetapi juga luar daerah. Lokasi wisata Arah menuju ke lokasi objek wisata kebun buah naga Jolong II cukup mudah. Dari kawasan wisata Gunung Rowo yang berada di Desa Sitiluhur, naik ke atas sekitar beberapa kilometer saja, melewati jalan perkampungan. Sebaiknya Anda tanya kepada penduduk setempat bila masih kesulitan. Asal Anda tahu alamat Desa Sitiluhur, Anda pasti tahu lokasi wisata kebun buah naga. Yuk, datang dan mengeksplorasi setiap spot keindahan pemandangannya!
Desa Blingoh
terletak 30 km di sebelah Utara Kota Jepara. Desa Blingoh terdapat di antara
perbatasan Kecamatan Donorojo dengan Kecamatan Keling. Di sebelah utara
berbatasan langsung dengan Desa Tulakan, Desa Ujungwatu, Desa Banyumanis, dan
Desa Clering. Sebelah selatan Berbatasan dengan Desa Kelet. Pada sebelah timur
berbatasan dengan Desa Jugo, dan Desa Ujungwatu. Sedangkan di sebelah barat
berbatasan dengan Desa Kelet.
Di Desa
Blingoh terdapat beberapa tempat wisata yaitu Candi Sima di Dukuh Simo, Gua
Tratak di Dukuh Guwo, Air Terjun Undak Manuk di Dukuh Guwo, Air Terjun Manten
(Air Terjun Lanang Wedok) di Dukuh Senggrong,Danau Blingoh di Dukuh Lembah.
Jelajah
Indonesiaku kali ini akan membahas salah satu wisata tersebut yaitu Danau
Blingoh yang terletak di Dukuh Lembah. Danau Blingoh adalah danau yang menarik
untuk dikunjungi karena danau ini sangat indah ditambah lagi dengan pemandangan
hutan dan bukit yang hijau menjadi semakin indah. untuk menuju Danau Blingoh
membutuhkan waktu satu jam dari pusat kota Jepara.
Asal mulanya
tempat tersebut adalah lokasi penambangan ilegal. Bekas penambangan kemudian
membentuk sebuah kubangan yang cukup lebar, dan saat musim hujan ini kubangan
yang terdapat di lokasi penambangan tersebut dipenuhi dengan air sehingga
menyerupai danau.
Masyarakat
yang datang ingin melihat langsung lokasi yang dinilai memang bagus karena
alamnya yang masih asri, selain itu tentunya air danau yang terlihat bersih.
Kecantikan danau blingoh berwarna hijau tosca yang lucu dengan dinding tembok
batuan berwarna putih menjadi daya tarik tersendiri bagi saya dan teman-teman
untuk mengabadikan moment bersama. Banyak pengunjung juga yang mengabadikan
momen indah itu dengan berfoto-foto. Baik hanya sekadar memfoto pemandangan
sekitar, atau foto bersama-sama. Ber selfie atau grofie yang kemudian di unggah
di jejaring sosial milik masing-masing mereka, bahkan ada juga yang mandi di
danau tersebut.
Keindahan
alam yang mempesona itu, juga tidak luput dari incaran para Fotographer. Objek
alam yang natural dan fresh membuat para Fotographer berlomba untuk mencari
penampakan yang menarik. Kawasan yang indah, bersih, nan eksotis membuat Danau
Blingoh itu menjadi salah satu objek wisata idola para pengunjung yang suka
dengan objek wisata alam yang masih natural.
Gema suara
yang memantul dari pengunjung menambah kemeriahan saat berada di tengah-tengah
Danau nya. Batu kapur yang tinggi menjulang hampir mengitari seluruh danau yang
sangat luas itu lah sebab pantulan suara berasal. Sehingga ketika beberapa
pengunjung menjerit dan mengeluarkan suara keras akan memantulkan gema yang
indah yang didengar banyak kerumunan yang berkunjung.
Brown Canyon berada di 2 KM sebelah selatan TVRI Jawa
Tengah – Pucang Gading Mranggen, terdapat tebing-tebing tinggi yang sekilas
menyerupai Grand Canyon. Tempat ini sedang ngehits diantara mereka yang hobi
fotografi. Brown Canyon Semarang sebenarnya merupakan sebuah proyek galian yang
sudah berumur 10 tahun lebih.
Sebenarnya brown canyon, bukanlah tempat wisata
melainkan sebuah perbukitan biasa, namun karena penambangan material yang
dilakukan setiap hari selama bertahun-tahun ahirnya berubah wujud seperti
layaknya grand canyon yang mempesona di Amerika.
Rute Menuju Brown Canyon Lokasi Brown Canyon Semarang
bisa dijangkau dari berbagai arah. Pengunjung bisa melewati pasar Meteseh via
Tembalang, Kedungmundu atau RSUD Klipang.
Rute menuju brown canyon dari Semarang timur, Melewati
jalan Fatmawati menuju RSUD Kota Semarang (Ketileng), kemudian mengambil arah
kiri (arah perum Klipang) dan menuju lokasi Klipang Golf, setelah sampai
Klipang Golf, dilanjutkan dengan melewati jembatan besi. Setelah jembatan besi
ketiga (jembatan dengan sungai yang besar) akan ada pertigaan ke arah selatan
(belok kanan). Lurus saja kurang lebih 2 KM dan Anda akan melihat keindahan
Brown Canyon Semarang.
Tidak ada tarif masuk resmi untuk masuk di brown
canyon ini, namun ada pungli sekitar dua ribu rupiah per orang. Di lokasi ini
belum terdapat tempat parkir tidak ada penjual makanan serta fasilitas lainnya.
Brown canyon merupakan tempat panambangan bahan material
dan masih aktif maka datanglah pada waktu diluar jam kerja, jika terpaksa harus
datang disaat jam kerja maka jangan lupa persiapkan masker atau buff sebagai
penutup mulut serta kacamata untuk pelindung mata Anda.
Kondisi jalan menuju brown canyon belum terlalu bagus,
berdebu dan masih bergelombang, maka gunakanlah sepeda motor yang fleksibel
atau jika menyukai tantangan Anda bisa menggunakan sepeda onthel. Tidak
disarankan menggunakan mobil mewah apalagi mobil dengan full variasi atau mobil
ceper.
Pantai Sendangbiru adalah sebuah pantai di pesisir selatan
yang terletak di tepi Samudera Indonesia secara administratif berada di Dusun
Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang,
Jawa Timur[1]. Pantai Sendangbiru merupakan salah satu wanawisata yang dimiliki
oleh Perum Perhutani dan dikelola oleh KBM JLPL Unit II. Terletak di petak 81
dan 86 dengan luas baku 50 ha dan luas area manfaat 3 ha, RPH Sumber Agung,
BKPH Sumbermanjing, KPH Malang termasuk kelas hutan lindung. Jarak dari Kota
Malang sekitar 67 kilometer dan diperlukan waktu sekitar 2-2,5 jam untuk sampai
ke Pantai Sendangbiru. Satu-satunya sarana transportasi adalah kendaraan
pribadi, karena tidak ada angkutan umum yang melintas di sana. Pantai ini tidak
jauh letaknya dari Pantai Goa China, hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit
dengan kendaraan bermotor. Dari JLS masuk menuju bibir pantai pun juga sudah
beraspal. Hanya sebagian ruas jalan saja yang aspalnya mengelupas. Pantai
Sendangbiru mulai dibuka pertama tahun 1970. Hanya saja waktu itu masih nelayan
lokal. Baru pada 1980-an, nelayan dari luar daerah juga masuk ke Sendangbiru.
Hal itu karena dibangunnya pangkalan pendaratan ikan Pondokdadap pada tahun
1980-1989.
Pantai ini tepat berhadapan dengan Pulau Sempu, hanya
terpisahkan oleh Selat Sempu yang sempit dan dengan panjang sekitar 4
kilometer. Di selat ini cocok digunakan untuk berperahu atau olahraga air
lainnya karena lokasinya terlindung oleh Pulau Sempu. Oleh karena itu, biasanya
pantai ini digunakan sebagai pintu masuk menuju Pulau Sempu yang terkenal
dengan kealamiannya. Adanya Pulau Sempu menjadi daya tarik sendiri Pantai
Sendangbiru. Pulau Sempu, merupakan Cagar Alam yang berdanau tawar penuh ikan
lele di tengah hutannya dan juga danau air laut. Salah satu daya tarik pantai ini
adalah pasar ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) dan wisata naik perahu
bermesin diesel berkeliling pantai. Mayoritas wisatawan yang datang untuk naik
perahu dan berbelanja ikan segar karena harganya yang sangat murah. Harga ikan
mengikuti musim, sehingga jika pada saat ombak sedang tinggi harga ikan mahal.
Hasil laut yang dapat ditemui di Sendangbiru antara lain jenis ikan pelagis
yaitu lemurung, layang, teri, tongkol, kembung, dan cumi-cumi. Sedangkan untuk
jenis damersal antara lain pari, kerapu, kakap putih, kakap merah dan bawal
putih serta jenis komoditi ekspor lainnya seperti tuna, tenggiri, cucut,
lobster, teripang, dan rumput laut.
Saat ini pemandangan Pantai Sendangbiru sudah tak menarik
seperti dulu lagi. Apalagi di bibir pantai hanya dipenuhi perahu nelayan dan
terkadang terlihat agak kotor di pesisir pantai. Abrasi parah di sisi barat
pantai. Pandangan pun juga tak bisa lepas jauh karena terhalang Pulau Sempu.
Pengunjung bisa duduk-duduk di sekitar pantai sambil menikmati Pulau Sempu dari
jauh dan melihat kesibukan para nelayan melaut dan bersandar di pantai. Pada
hari biasa, memang tak banyak pengunjung ke pantai itu. Selain itu, di
Sendangbiru Anda bisa berenang, memancing dan berperahu. Di sini sudah
disediakan area parkir, toilet, mushola, shelter, menara pandang, pusat
informasi, dan warung-warung makan. Pada saat hari-hari Syawalan, yaitu sekitar
tanggal 7-8 Syawal, banyak yang berperahu ke Pulau Sempu untuk mengambil air
dari sebuah mata air tawar yang dipercaya bisa untuk kesehatan dan kesembuhan.
Sedangkan setiap tahun, tepatnya pada 27 September penduduk setempat
menyelenggarakan acara petik laut (sedekah laut).
Pemandangan di Pantai Sendangbiru cukup menarik. Sebenarnya
pasirnya putih yang bersih dan air lautnya yang biru jernih menjadikan
pemandangan yang indah. Kapal nelayan yang berwarna-warni bersandar rapi di
tepi pantai. Kapal tersebut tidak hanya digunakan sebagai sarana mencari ikan
saja, namun juga disewakan untuk wisatawan. Anda bisa menyewa kapal tersebut
untuk berkeliling di sekitar pantai. Biaya yang dipatok tidak terlalu mahal,
hanya Rp 100.000 untuk kapal motor dan Rp 50.000 untuk kapal yang didayung. Di
tengah laut, Anda bisa melihat ke bawah. Di sana pemandangan bawah laut jelas
terlihat. Ikan-ikan kecil yang berenang di sela-sela karang membuat pengalaman
Anda mengunjungi Pantai Sendangbiru tidak akan terlupakan. Perahu bisa dinaiki
maksimal sampai 12 orang.
Keberadaan Pantai Sendangbiru yang terkenal itu, tidak bisa
lepas dari adanya sendang (sumber mata air) di bawah bukit yang airnya berwarna
biru. Sendang itulah yang menjadi cikal bakal pantai tersebut dinamakan
Sendangbiru hingga saat ini. Posisi sendang sekitar 1 kilometer dari arah barat
pantai. Dari pantai naik ke perkampungan menuju jalur lintas selatan (JLS). Di
sebelah kiri JLS dari arah pantai terdapat jalan setapak menuju bawah bukit. Di
situlah terdapat sumber air yang luasnya antara 10 x 8 meter dengan kedalaman
2,5 meter. Warna airnya biru. Terdapat dua sendang di kawasan tersebut. Selain
Sendangbiru juga ada Sendanggambir. Namun debit air Sendangbiru lebih besar.
Dari dua sendang itulah warga kawasan Sitiarjo dan sekitarnya bergantung.
Pantai Goa China adalah sebuah pantai di pesisir selatan yang
terletak di Dusun Tumpak Awu, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan,
Kabupaten Malang, Jawa Timur. Nama asli pantai ini adalah Pantai Rowo Indah,
namun karena pernah terjadi peristiwa kematian seorang China yang sedang
bertapa di dalam goa yang ada di kawasan pantai ini, nama Rowo Indah kalah
popular daripada Goa China sampai sekarang. Tidak ada catatan resmi tahun
berapa tragedi itu terjadi, namun warga sekitar pantai meyakini sekitar 20
tahunan silam. Dari Pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan menuju
Pantai Goa China ini hanya perlu waktu 15 menit saja karena kedua pantai ini
hanya berjarak tak lebih dari 7 km. Aksesnya pun sangat mudah karena melewati
jalur lingkar selatan (JLS) dengan aspal yang mulus. Terdapat petunjuk arah dan
rambu yang akan memandu pengunjung untuk menuju lokasi. Tetapi Anda harus tetap
berhati-hati karena jalannya berkelok-kelok dan berada di sisi jurang.
Sebelum memasuki Pantai Goa China kita akan melewati Jembatan
Bajulmati yang berada di atas muara laut tersebut. Jembatan tersebut memiliki
panjang sekitar 80 meter dengan lebar sekitar 20 meter untuk dua jalur.
Arsitekturnya cukup bagus dengan tiang melengkung di tengah jembatan dengan
posisi membujur. Ketinggian tiang mencapai 20 meter. Model jembatan ini khas
sekali sehingga cukup artistik. Jarak sekitar satu kilometer ke arah timur dari
jembatan itu, ada pintu masuk menuju Pantai Goa China. Sayang, akses dari JLS
menuju Pantai Goa China agak susah, sekitar 500 meter jalan rusak parah.
Jalannya sebenarnya cukup lebar, namun karena jalan dari tanah tidak rata dan
banyaknya bebatuan kapur. Apalagi ketika tergenang hujan, jalan cukup lembek
dan licin.
Namun sulitnya medan itu sebanding dengan panorama alam yang
disajikan Pantai Goa China. Tiket masuk Pantai Goa China sebesar Rp 10.000 dan
parkir kendaraan + minum sebesar Rp 15.000. Luas area Pantai Goa China tidak
begitu luas, namun keberadaan tiga pulau yang berada di tengah-tengah pantai
membuat pandangan lebih indah. Tiga pulau itu adalah [Pulau Bantengan], Pulau
Goa China dan Pulau Nyonya. Di pinggir pantai ini cukup asri, pohon-pohon
berbagai jenis seperti pohon cembirit, ketapang, dan pohon jenis tutup berjajar
rapi di area pinggir pantai. Pohon-pohon ini cukup meneduhkan pengunjung,
apalagi di bibir pantai yang cukup jernih hingga kelihatan batu karangnya.
Keberadaan goa di pantai ini terletak di sisi kanan pantai
sekitar 50 meter dan berada di bukit karang. Goa tersebut sebenarnya tidak
begitu bagus, hanya rongga biasa yang menjorok sekitar delapan meter dengan
ketinggian sekitar dua meter. Siapa pun bisa dengan mudah masuk. Ruangan di
dalamnya juga cukup lebar, bisa untuk dua orang berjalan beriringan. Lebarnya
kira-kira dua meteran. Meski namanya goa, tapi tidak terlihat batu-batu
stalaktit maupun stalakmit yakni batu-batu yang menjorok tajam dari atas goa
maupun dari sisi tebing maupun dasr goa. Jadi, goa ini lebih tepat disebut
sebagai rongga yang ada di dalam karang. Meski begitu, goa terlihat memiliki
nilai magis yang kuat.
Selain popular dengan keberadaan goanya, pantai ini juga
menyajikan fenomena alam yang langka, yakni terjadinya gelombang bersimpangan
tidak keruan dari tiga arah, selatan, timur dan barat. Arus gelombang itu
selalu bertabrakan di antara Pulau Bantengan dan Pulau Nyonya. Karena arus
gelombang yang bertabrakan demikian kuat, sehingga memunculkan suara
bergemuruh. Inilah salah satu fenomena alam yang cukup langka di pantai Malang
Selatan. Karena besarnya ombak, tidak ada perahu nelayan yang berani bersandar
di pantai ini. Kawasan Pantai Goa China ini hanya menjadi jalur lalu lintas para
nelayan dari segala penjuru menuju Pantai Sendangbiru. Berbagai fasilitas
terdapat di pantai ini misalnya warung makan, musholla, masjid, kamar mandi,
dan tempat parkir akan membuat liburan Anda terasa menyenangkan. Selengkapnya : https://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Goa_China
Tebing Breksi terletak di Dusun
Groyokan, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
Kurang lebih 1 kilometer sebelum Candi Ijo (dari jalan Prambanan - Piyungan),
Tebing Breksi sendiri masuk dalam cakupan kawasan wisata herritage Candi Ijo.
Selain tampak eksotis, Tebing Breksi
juga menawarkan pemandangan lanskap yang luar biasa. Dari atas tebing,
wisatawan dapat melihat Candi Prambanan, Candi Sojiwan dan Candi Barong yang
dilatari oleh gagahnya Merapi. Tak hanya itu, tebing yang mirip dengan brown
canyon yang ada di Semarang ini pun menawarkan panorama senja yang menggoda.
Rute Menuju Tebing Breksi dari
Prambanan menuju ke wisata tebing berjarak sekitar 7 km. Letaknya sebelum Candi
Ijo. Jika dari arah Jogja, ada jalur yang lebih cepat. Sampai di pertigaan
Piyungan, anda bisa berbelok ke kanan. Lurus saja sampai menyeberang ruas jalan
Prambanan-Piyungan. Dari sini ikuti papan penunjuk arah ke Candi Ijo. Di
sebelah kiri jalan, nanti aka nada spanduk bertuliskan wisata Tebing Breksi.
Harga Tiket Masuk Tebing Breksi ini
buka tiap hari, tidak ada tarif khusus yang harus dibayarkan untuk masuk ke
tebing breksi ini, hanya perlu memberikan sumbangan seikhlasnya untuk biaya
pengelolaan dan membayar jasa penitipan motor sebesar Rp 2.000,-/ motor dan Rp
5.000,- untuk mobil.
Desa Wisata
Kalibiru adalah tempat wisata yang berada di atas Waduk Sermo, yang merupakan
satu-satunya Waduk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Wisata Kalibiru
merupakan pengembangan dari adanya Wisata Alam Kalibiru. Obyek wisata alam
Kalibiru yang berada di ketinggian 450 m dpl di Perbukitan Menoreh daerah
Hargowilis, kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo ini memiliki kontur tanah
bergelombang dan didominasi perbukitan dalam area hutan lindung yang di kelola
masyarakat setampat untuk dijadikan obyek wisata alam. Untuk menuju lokasi bisa
ditempuh melalui dua rute Sermo Dan Clereng, dan dari masing masing rute jalan
sudah beraspal baik yang bisa dilalui kendaraan roda empat non bus dan sepeda
motor. Tapi pastikan kendaraan sehat, terutama pada rem, karena jalanan banyak
tanjakan curam dan tikungan tajam.
Pengembangan Wisata ini perlu dilakukan mengingat semakin
banyaknya permintaan dan tuntutan banyak pihak, khususnya para pengunjung
Wisata Alam akan kebutuhan rekreasi yang menampilkan budaya dan kehidupan
masyarakat lokal, yang masih belum mampu terpenuhi dari sisi Wisata Alam.
Jadi keberadaan Desa Wisata Kalibiru tidak bisa dilepaskan
dari keberadaan Wisata Alam di wilayah ini sebagai cikal bakal sekaligus
andalan bagi Desa Wisata Kalibiru. Keberadaan Wisata Alam sendiri tidak lepas
dari proses panjang pengelolaan kawasan hutan yang ada di Kulon Progo, yang
pada akhirnya dikelola oleh masyarakat sekitar hutan dengan nama Hutan
Kemasyarakatan (HKm).
Sementara Izin Pemanfaatan HKm juga tidak bisa dilepaskan
dari Sejarah Hutan Negara yang ada di wilayah ini, karena keberadaan Hutan
Negara menyimpan banyak cerita yang cukup mengesan, khususnya bagi penduduk di
sekitarnya.
Borobudur adalah nama sebuah Candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang,
Jawa tengah, Indonesia. Lokasi Candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah
barat daya Semarang, Candi berbentuk Stupa ini didirikan oleh para penganut Agama Buddha Mahakarya sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra.86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 Panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan Mudra (sikap tangan) Dharmachakra Mudra (memutar roda dharma).
Monumen ini merupakan model alam
semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha, sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan
kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur
memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini
searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga
tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kamadhatu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian
lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah
yang terukir pada dinding dan pagar langkan.
Menurut bukti-bukti sejarah,
Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan
Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur
telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran
terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.
Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah obyek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.
Kawasan wisata ini terletak di wilayah kec. Paciran. Terbagi menjadi dua bagian yaitu, Pantai Tanjung Kodok dan Gua Maharani. Wisata Tanjung Kodok lebih dikenal karna terdapat banyak sekali permainan, baik permainan air maupun yang lainnya. Permainan air misalnya kolam renang, pantai, sepeda air, istana bawah laut,dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk permainan yang lain ada rumah hantu, rumah kucing, Go Card, cross, rumah kaca, dan masih banyak lagi yang lainnya. Berawal dari kawasan wisata pantai tanjung kodok yang banyak dikunjungi wisatawan lokal, wisata alam ini di kembangkan menjadi sebuah wisata alam yang tak ternilai harganya, selain keindahan alam yang sangat menawan, wisata tanjung kodok ini sudah memiliki fasilitas-fasilitas yang sangat memadai, seperti arena rest area, arena permainan anak-anak, kolam renang, pantai, olahraga yang menguji adrenalin para orang dewasa,dan lain-lain.
Awalnya, kawasan wisata ini terkenal karena adanya sebuah batu berbentuk katak yang sangat besar, yang menghadap ke lautan. Menurut cerita, jelmaan batu katak itu adalah seekor raja katak yang tengah menanti sang pendamping yang hilang terhempas ombak lautan saat sedang menyebrang. Karna sang permaisuri adalah seekor katak yang sangat disayangi, maka ia setia menunggu di pesisir paciran itu. Karna sekian lama menunggu, katak itupun menjadi batu yang menghadap lautan. Dan saat ini kawasan wisata yang menawan ini sudah banyak dikenal masyarakat Indonesia. Diharapkan pengunjung wisata Tanjung kodok ini bukan hanya wisatawan lokal, tetapi juga Intrnasional.
"Tanjung Kodok berjarak 65 km. dari Surabaya, masuk wilayah Lamongan Gresik, Jawa Timur. Tanjung Kodok telah mendapat pengakuan Internasional sebagai tempat penelitian waktu terjadi gerhana matahari total (11 Juni 1983). Setiap tahun banyak astronom muslim datang ke sini untuk melihat kedatangan pertama bulan, untuk menentukan awal puasa dan Idul Fitri."